Posts

The Host (Sang Pengelana)

Image
Rating: ★★★★ Category: Books Genre: Science Fiction & Fantasy Author: Stephenie Meyer Judul Buku: The Host (Sang Pengelana) Penulis: Stephenie Meyer Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama Tebal Buku: 770 Harga Buku: Rp. 99.000 Dua Kehidupan Dalam Satu Raga Jika kita mendengar cerita ataupun melihat film yang bertemakan tentang makhluk asing atau lebih terkenal dengan nama Alien, sudah dipastikan kita akan membayangkan makhluk-makhluk dengan bentuk yang aneh atau menyeramkan akan mencoba menguasai planet bumi. Dan tak lupa dengan penyerangan-penyerangan yang mereka lakukan terhadap Bumi dengan maksud untuk menguasai Bumi sepenuhnya. Tak sedikit kisah Alien ini digambarkan secara kolosal dengan peperangan yang hebat ataupun secara diam-diam. Tapi tak sedikit pula yang menceritakan kisah persahabatan diantara manusia dan makhluk asing. Semua bayangan diatas tidak akan Anda temukan dalam sebuah novel berjudul The Host ini yang dikarang oleh seorang wanita yang terkenal karena novel sebel...

Hate You....

Dua orang bertemu kemudian berkawan. Bisa berkawan dikarenakan mempunyai kesamaan latar belakang dari satu tempat yang sama, kemudian ketika saling berbincang mereka mempunyai kecocokan lagi yang membuat hubungan itu begitu nyaman. Sampai satu pihak menyisihkan orang lain karena hanya ingin bergaul dengan kawan yang baru ia temuinya itu. Bentuk hubungan itu yang mungkin tanpa disadari mereka merugikan bahkan menyakiti orang lain. Sebuah hubungan yang pada dasarnya menjadi semakin erat dikarenakan tak jauh dari serunya membicarakan orang-orang disekitarnya. Hubungan yang suatu saat akan rentan terkena masalah jika ada yang memicunya. Dan kini bom itu pun meledak. Pemicunya, yang menurut pengakuan satu pihak, ingin membantu pada dasarnya. Dan sepertinya efek dari ledakan tersebut terus menerus terjadi yang entah sampai kapan akan berkahir. Karena dua pihak terus-terusan mengungkit masalah itu. Jika orang luar melihat, akan sangat jelas sekali tampak, bahwa dua-duanya merasa diri benar. B...

Janji Tinggal Janji

Mrs Cooks: " Eh, nanti aku anter deh. Kasian kan dirimu kudu jalan kaki bareng anak-anak. Mobil ku kosong ini, ya?" (perjanjian pertama) Yang menjanjikan tidak kunjung datang. Miss Dijanjikan akhirnya naek angkot.... Mrs Cooks: "Nanti ku bawakan barangnya, gak usah beli kan mahal tu barangnya. Lumayan kan kalo pake punya saya pengiritan uang kas keluarga" (perjanjian kedua) Yang menjanjikan adem ayem. Miss Dijanjikan harap-harap cemas dan akhirnya terpaksa membeli barang yang dimaksud. Mrs Cooks: "Tempatnya itu asek banged buat kita jalan-jalan. Apalagi sama keluarga. Nanti aku ajak deh. Malem minggu aku telpon ya? Buat janjian. (Perjanjian ketiga) Yang menjanjikan udah ke Amerika kayaknya. Miss Dijanjikan tidak pernah menerima telponnya sama sekali. Mrs Cooks: "Tuh kan apa ku bilang, cape dirimu jalan kaki terus. Nanti ku ajari sepeda aja ya?" (perjanjian keempat) Krik...krik...krik...krik....krik....krik....(suara tokek! Saking keselnya yang ngetik....

Merk Baju

Ibu AC: "Aaah... kalo baju yang begituan pan asal jebred-jebred aja, sekali pake langsung jebrot!" Komentarnya, memotong percakapan ibu-ibu lain. Komentar hati ku: "Meaning....???!" Ibu AC: "Jadi kalo mau beli baju, mending di Toko Mahal aja. Suka diskon gede-gedean gitu." Masih dengan aksinya yang semangat, memanfaatkan kesunyian yang ada. Tak ada tanggapan setelah komentar Ibu AC tadi, membuat kumpulan ibu-ibu itu langsung diam. Mau lanjut... bingung juga ngomongnya, mau komentar takut malah jadi rame. Ibu Jaim: "Eh... tapi bener itu murah. Di Toko Mahal ya diskonnya gede-gede, kemaren anak saya beli baju, murah banged. Merek 'wek wek' looowwh...mahal kan itu? tapi jadi murah lowh di toko itu." Semburnya tak kalah semangat. Ibu AC: "Tuh kan? kemaren Ayahnya juga sekalian ya beli setelan? Kemejanya merek Panah itu, kan adem kalo dipake cuaca panas kayak gini." Sambil ngibas-ngibasin baju atasannya. Ibu Kalem: "Waaah, asek...