Posts

Sebait Cerita Dibalik Kepulangan

Sudah beberapa minggu setelah kepulangan dari Malaysia, rasanya masih mengambang. Antara iya atau tidak, antara hidup dianatara dunia maya dan nyata. Perasaan yang masih setengah-setengah. Mungkin karena setengah dari sebagian dalam diri berasa masih tinggal disana. Hingga kaki merasa belum berpijak dengan benar di tanah kelahiran ini. Apakah semua orang mempunyai perasaan yang sama dengan yang saya rasaakan saat ini? Ketika setelah sekian lama hidup dinegara orang kemudian ketika pada akhirnya pulang ke tanah kelahirannya. Sejauh ini ketika saling berbagi kisah dengan kawan yang mempunyai pengalaman yang sama hampir semua kawan mempunyai perasaan yang sama, meski pada akhirnya kembali menemui kehidupan yang nyata ditanah air. Hanya saja ternyata, penyesuaian itu membutuhkan waktu sekian lama untuk kembali pulih dengan sebuah semangat baru. Jika mengingat kehidupan disana, pada dasarnya hidup kami tidak mewah atau segala kebutuhan dengan mudahnya terpenuhi. Justru kami disana harus...

eMPeh.... tunggu aku dibelokan itu yaaa...segera aku akan menemui mu...

Indahnya Kebersamaan (part 2)

Image
Sudah hampir tiga tahun pada akhirnya perjuangan saya dan anak-anak menemani suami yang sedang study akan segera berakhir. Saatnya telah tiba untuk kembali ke tanah air setelah berbagai macam perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan untuk bertahan hidup dinegara orang, hingga pada akhirnya menemui sebuah kehidupan yang mapan dan nyaman hidup dirantau harus disudahi juga pada akhirnya. Akhir tahun 2010 pun menjadi penanda bagi kami untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Seolah flash back jika kembali mengingat tanggal kepulangan nanti akan kehidupan yang boleh dibilang tidak mudah bagi kami berada dinegara orang. Kerinduan, terkadang air mata selalu menyertai ketika menghadapi sebuah kondisi yang merengut berjuta perhatian dan perasaan yang membuat diri ini perih. Berbagai macam karakter orang yang unik dan aneh, hingga pada akhirnya justru menjadi sebagian dari kehidupan kami disini. Berat rasanya jika harus meninggalkannya, karena bagaimana pun Malaysia beserta isinya pernah men...

Ketika Garuda Di Dada

Image
Masih  tentang rasa nasionalisme dari celoteh anak-anak yang terekam kuat dalam memori. Well , tentang rasa cinta mereka terhadap tanah air semakin menggebu-gebu, bukan apa oleh-oleh kemarin mudik adalah mereka semakin enggan untuk kembali ke Malaysia, dan ingin tetap tinggal disana. Setelah dibujuk rayu kalau kami tidak akan lama lagi tinggal di Malaysia dan akan segera pulang ke Indonesia lagi, mereka pun akhirnya luluh dan mau kembali kemari. Tentunya dengan linangan air mata sepanjang jalan kenangan. Apalagi si sulung, cintanya akan lemburnya Bandung semakin kuat terpatri. Bahasa? Mereka sudah sering menggunakan bahasa Indonesia dibanding bahasa Melayu. Bahasa Sunda? Atau bahasa Inggris? Yang sulung masih okeh, karena faktor tambahan bimbingan disekolahnya dia sudah bisa membedakan beberapa kosa kata antara, Bahasa Melayu, Inggris dan Indonesia. Akang: "Oh... this is Abi tie..." Neng: Masih mencoba mencerna Akang: Masih berceloteh "Ummi, Abi jarang pakai dasi sekar...