Posts

Indahnya Kebersamaan (part 2)

Image
Sudah hampir tiga tahun pada akhirnya perjuangan saya dan anak-anak menemani suami yang sedang study akan segera berakhir. Saatnya telah tiba untuk kembali ke tanah air setelah berbagai macam perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan untuk bertahan hidup dinegara orang, hingga pada akhirnya menemui sebuah kehidupan yang mapan dan nyaman hidup dirantau harus disudahi juga pada akhirnya. Akhir tahun 2010 pun menjadi penanda bagi kami untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Seolah flash back jika kembali mengingat tanggal kepulangan nanti akan kehidupan yang boleh dibilang tidak mudah bagi kami berada dinegara orang. Kerinduan, terkadang air mata selalu menyertai ketika menghadapi sebuah kondisi yang merengut berjuta perhatian dan perasaan yang membuat diri ini perih. Berbagai macam karakter orang yang unik dan aneh, hingga pada akhirnya justru menjadi sebagian dari kehidupan kami disini. Berat rasanya jika harus meninggalkannya, karena bagaimana pun Malaysia beserta isinya pernah men...

Ketika Garuda Di Dada

Image
Masih  tentang rasa nasionalisme dari celoteh anak-anak yang terekam kuat dalam memori. Well , tentang rasa cinta mereka terhadap tanah air semakin menggebu-gebu, bukan apa oleh-oleh kemarin mudik adalah mereka semakin enggan untuk kembali ke Malaysia, dan ingin tetap tinggal disana. Setelah dibujuk rayu kalau kami tidak akan lama lagi tinggal di Malaysia dan akan segera pulang ke Indonesia lagi, mereka pun akhirnya luluh dan mau kembali kemari. Tentunya dengan linangan air mata sepanjang jalan kenangan. Apalagi si sulung, cintanya akan lemburnya Bandung semakin kuat terpatri. Bahasa? Mereka sudah sering menggunakan bahasa Indonesia dibanding bahasa Melayu. Bahasa Sunda? Atau bahasa Inggris? Yang sulung masih okeh, karena faktor tambahan bimbingan disekolahnya dia sudah bisa membedakan beberapa kosa kata antara, Bahasa Melayu, Inggris dan Indonesia. Akang: "Oh... this is Abi tie..." Neng: Masih mencoba mencerna Akang: Masih berceloteh "Ummi, Abi jarang pakai dasi sekar...

Kami Cinta Indonesia!!

Image
Anak-anak punya hobi nyanyi. Si sulung tentunya gara-gara disekolahnya, yang bungsu sudah pasti ketularan Kakaknya. Semenjak kepindahan kami ke negara orang, praktis lagu-lagu yang diajarkan pun jadi berbeda. Lagu anak-anak yang berbahasa Inggris sih tidak masalah, karena biasanya tema lagu masih bersifat umum. Tapi gimana jadinya kalau anak-anak yang masih polos dan lugu ini diajarkan lagu kebangsaan setempat? Di Malaysia tentunya ada juga lagu kebangsaan, ditambah setiap negara persekutuan pun punya lagu kebangsaan plus sekolahnya masing-masing. Walhasil? Tak jarang si sulung mulai sering menyanyikan lagu-lagu kebangsaan itu. Si bungsu? Plagiat kakaknya ikut-ikutan nyanyi lagu-lagu itu. Awal saya merasa lucu mendengar lagu-lagu itu berkumandang di seantero rumah, sampai suatu hari... Akang: "Negaaarakuu.... Tanah Tumpahnya Darahkuu...!!" Neng  : "Rakyat Hiduup Bersatu dan Maajuuu...." Ummi : "Indonesiaaaa...Tanah Air Kuuuuu....Tanah Tumpah Darah Kuuuu...!!...

Hukum Rotan

Image
Ketika kami sekeluarga sedang asyik jalan-jalan kemudian berkunjung ke dalam sebuah kedai souvenir sekedar mencari barang-barang unik untuk kami bawa pulang, tanpa sengaja si sulung melihat sebuah kayu panjang berwarna coklat keputihan berbentuk tipis dan memanjang. Waktu itu kami mengira itu hanya sebuah hiasan saja, hingga si sulung langsung berkomentar "Gak usah beli itu, jangan hukum Akang pakai rotan seperti itu" Saya tertegun dengan ucapannya. Menatap lama kayu itu, hingga memahami dan melihat sendiri bentuk kayu rotan yang selalu digunakan disekolah si sulung untuk menghukum anak-anak jika ada yang tidak memenuhi aturan yang telah dibuat disekolanya. Begitulah, di Malaysia hukum rotan sudah menjadi hal yang lumrah. Sudah menjadi suatu budaya dalam mendisiplinkan anak-anaknya. Sering mendengar tanpa sengaja jika melihat seorang ibu menitipkan anaknya ke tempat penitipan anak selalu berkata "Rotan saja, bila budak ni nakal" Awalmya belum faham atau sekedar...