Posts

Showing posts with the label pojokrumpi

Ketika Ibu Doyan Menulis

Image
Sekarang ini saya lagi asyik ngendon di sebuah group di Facebook. Nama groupnya Ibu Ibu Doyan Nulis . Apa yang membuat saya tertarik dengan group itu? Simple aja jawabannya, karena digroup itu berkumpul ibu-ibu yang super heboh , aktif, semangat, produktif dan ceriwis . Yang membuat spesial adalah ibu-ibu itu semuanya pada hobi menulis. Apapun latar belakangnya, bisa ketemu dan kumpul digroup itu. Bukan hanya wanita yang sudah berstatus menikah yang gabung digroup itu, mereka yang masih single gak mau kalah ikut meramaikan. Nah, apalagi yang membuat saya seolah menjadi rutinitas harian, jika mulai on line , terus buka Facebook yang wajib dikunjungi adalah group tersebut? Selalu ada proyek menulis didalamnya. Betul! Bikin buku antalogi bareng-bareng khas ibu-ibu. Proyek pertama adalah sharingan perjuangan seoarang ibu, yang diberi judul Cobek Digital Emak. Tuh, gimana enggak asoy lihat judulnya? Zaman sudah maju Man ! Cobek ajah udah ada yang digital. Cobek si Emak yang sexy !...

Sampaikan lah Meski Satu Ayat

Image
Sulit ternyata ya? Setelah mengalami sendiri, menyampaikan sebuah kebenaran merupakan tantangan tersendiri. Apalagi yang ingin kita ingatkan adalah mereka orang terdekat kita. Inginnya berdiam diri saja, membiarkan mereka berkubang dengan kehidupan yang sedang dijalaninya, sayangnya orang-orang ini begitu saya sayangi. apalgi saya ikut melihat mereka tumbuh dari ketika mereka masih bayi sampai sebesar sekarang ini. Berdiam diri malah menjadi siksaan ketika melihat mereka tetap saja asyik bertingkah seperti itu. Apa jadinya jika orang yang kita hadapi anak-anak berumur belasan, malah ada yang sudah berkepala dua. Umur yang seharusnya telah sadar dengan kehidupan mereka masing-masing. Ketika mencoba secara lembut menegurnya, cukup sedih juga membaca respon mereka. Kaget dengan perkataan yang mereka keluarkan. Seperti ini kah anak muda jaman sekarang? (merasa diri sudah tua...hiks) Jika melihat kondisi anak-anak labil ini, jadi keingetan terus sama anak-anak di rumah. Dua anak gadis sa...

Maut itu dekat, ya?

Image
Hari jum'at kemarin, siang bada jum'atan, tiba-tiba ada pengumuman dari masjid komplek rumah. Jika pengumuman sudah diawali dengan "Inna lillaahi wa inna ILAIHI raaji'uun ..." Selalunya terasa deg-degan dengan apa yang akan diberitahukan selanjutnya. Karena hampir sudah tahu dengan penduduk seluruh komplek, kami selalunya menghela nafas jika terdengar si Bapak A yang di RT 4 meninggal, atau si ibu X dari RT 1. Sampai kemarin hati ini mulai deg-degan ketika suara pengumuman mulai terdengar, yang entah kenapa dalam pikiran sudah menyebutkan satu nama, dan ternyata apa yang ditakuti terjadi. Bapak tetangga depan rumah meninggal. Meski memang sebelumnya kondisi tubuhnya sudah menurun karena penyakit, tetap saja kaget mendengar nama bapak itu disebut. Langsung teringat beberapa hari sebelumnya ketika masih melihatnya cukup segar bugar dan beraktifitas kembali. Atau ketika beliau terbiasa menyetir mobil sendirian dengan cucunya, melihatnya begitu menikmati kebersa...

Janji Oh Janji...

Image
Miss X: "Eh, nanti aku anter deh. Kasian kan dirimu kudu jalan kaki bareng anak-anak. Mobil ku kosong ini, ya?" (perjanjian pertama) Yang menjanjikan tidak kunjung datang. Miss Dijanjikan akhirnya naek angkot.... Miss X: "Nanti ku bawakan barangnya, gak usah beli kan mahal tu barangnya. Lumayan kan kalo pake punya saya pengiritan uang kas keluarga" (perjanjian kedua) Yang menjanjikan adem ayem. Miss Dijanjikan harap-harap cemas dan akhirnya terpaksa membeli barang yang dimaksud. Miss X: "Tempatnya itu asek banged buat kita jalan-jalan. Apalagi sama keluarga. Nanti aku ajak deh. Malem minggu aku telpon ya? Buat janjian. (Perjanjian ketiga) Yang menjanjikan udah ke Timbuktu kayaknya. Miss Dijanjikan tidak pernah menerima telponnya sama sekali. Miss X: "Tuh kan apa ku bilang, cape dirimu jalan kaki terus. Nanti ku ajari naek sepeda aja ya?" (perjanjian keempat) Krik...krik...krik...krik....krik....krik....(suara tokek! Saking keselnya yang ng...

Ketika Si Papah Perlu Pulsa

Image
Modus penipuan melalui sms sepertinya tidak akan pernah berakhir. Dan sepertinya si penipu enggak bakalan bosan-bosan kirim sms yang aneh-aneh. Mudik kemarin nomer HP di Indonesia pun tak henti-hentinya berbunyi dengan berbagai macam yang isinya penipuan. Yang lucu sms suami, karena memang baru pertama kalinya saya baca "Kasian si Papah, Mi..." Bingung dengan pernyataannya saya balik nanya "Papah siapa?" Tak lama suami memperlihatkan isi sebuah sms yang isinya kurang lebih memberitahukan kalau "Si Papah" ini mengalami kecelakaan HP nya hilang dan saat itu sedang berada di kantor polisi. Yang diminta cuman satu, ISI PULSA!!! Saya langsung ngakak bacanya. Begini loh, pertama dari iya pun itu yang kirim sms orang tua kami, gak bakalan mungkin jika mengalami kecelakaan ia cuman minta isi pulsa, 50 ribu perak pula. Kedua, kami tidak memanggil ayah kami dengan sebutan Papah. Jadi inget kejadian sms serupa dengan kata-kata berbeda sebelum kepergian s...