Posts

Showing posts with the label lombamenulis

Book Your Blog! On Leutika Prio

Image
Pernah enggak melakukan khayal tingkat tinggi? Jika saja ada seorang pencari naskah tulisan tiba-tiba nyasar ke blog kita terus tertarik membukukan tulisan-tulisan kita? Saya sering hehehe...  Apalagi ketika membaca buku-buku orang terkenal yang berawal dari ngeblog, ternyata bisa menghasilkan sebuah karya dalam bentuk buku, impian saya semakin melanglangbuana. Enggak ada orang yang bilang kalau mimpi itu dosa, atau bahkan melarang orang untuk bermimpi. Jadi sah-sah saja dong jika saya teruskan mimpi itu dalam buaian bantal empuk disertai aliran jigong yang mengalir deras. Haaaa...lebay Mimpi saya telah membukakan sebuah celah pintu loh... Tanpa sengaja membaca pengumuman yang dibuat oleh sebuah penerbit indie, dimana ia  menawarkan sebuah ajakan yang sungguh sangat, sangat menggiurkan. Dicari sebuah blog untuk dibukukan tulisan-tulisannya! Gimana gak bikin ngiler coba? Padahal sekarang ini saya sedang masa hibernasi dari berburu lomba menulis. Tapi demi membaca judul lomban...

Update Peserta Lomba Rindu Rasul

Image
Membuat lomba itu cukup menantang juga ternyata ya? Rasanya seperti jualan barang, biar orang-orang mau melirik dan mendatangi lapak kita terus tertarik untuk ikut serta didalamnya. Dan ternyata orang yang mau terlibat di lomba saya tidak banyak. Temanya yang berat, syarat-syaratnya yang berbelit-belit atau ketenaran seseorang dalam blogging, berpengaruh ya? Niat baik memang belum tentu sampai dengan baik juga. Bayangan awam saya, dunia blog sedikit-sedikit mulai ramai dengan kerinduan akan sosok mulia itu, ketika saya lihat orang-orang agak sepi menyampaikan kerinduan itu.Ternyata tidak mudah yaa... Sebelumnya saya ingin mengucapkan maap kepada peserta yang sibuk menjelang deadline malam kemarin yang buru-buru posting tulisan di blog, insyaAllah menjadi amal baik dan telah dicatat malaikat, jika niatnya ingin ikut serta menyebar virus ini . Karena, saya masih penasaran untuk menambah peserta lagi. Deadline saya perpanjang ya, hingga tanggal 20 Agustus 2011. Pengemuman pemenan...

Lomba Menulis Rindu Rasul

Image
Baiklah saudara-saudara tercintah... akhirnya saya umumkan lombanya. Alhamdulillah, setelah diskusi ringan selesai juga persyaratan-persyaratan yang akan saya adakan. Seperti apakah itu? Silahkan dibaca dengan seksama.. Syarat umum: 1.Tulisan harus bertemakan tentang Pertama Kalinya Mengenal Sosok Rasulullah SAW. Bisa tahu dari orang tua, guru ngaji atau bahkan buku. Isi cerita jangan terpatok pada alur isi dari sebelum kenal kemudian setelah kenal, cerita berakhir begitu saja. Silahkan ditambahi misalnya, saking rindu dengan Rasulullah tiba-tiba bermimpi tentang beliau, atau "iri" mendengar orang pernah bermimpi beliau, dan seterusnya. Dicoba untuk membangun sebuah cerita sederhana menjadi sebuah kisah yang asyik untuk dibaca orang. 2. Peserta harus mempunyai blog.   3. Terbuka bagi WNI diseluruh dunia, dengan syarat jika menang nanti memberikan alamat yang berada di Indonesia untuk pengiriman hadiah. Syarat khusus: 1. Isi tulisan harus berjumlah 500-700 kata, suda...

Anugerah Juli, Ikutan Lomba Yuk?!

Image
Subhanallah, enggak kerasa ya Juni sudah akan berakhir malam ini. Juli segera menjelang, bulan yang sangat spesial bagi saya. Saya ulang tahun soalnya hahaha.... Juli selalu memberikan berkah tersendiri kepada saya, mungkin memang telah Allah rancang sedemikian rupa ya? Di bulan Juli pertama kalinya saya lolos audisi kepenulisan. Dibulan Juli pula ada beberapa buku antalogi saya yang lahir. Di bulan Juli, untuk pertama kalinya tulisan saya dibayar sebuah penerbit, meski nominalnya tidak besar. Untuk yang terakhir itu, semoga tidak menjadikan saya lupa akan niat awal menulis Kejutan-kejutan menarik tersebut, saya anggap sebuah hadiah terindah yang telah Allah berikan kepada saya menjelang hari lahir saya. Yang pada akhirnya, menarik nafas dalam-dalam, fiuuhh... memasuki angka tiga puluhan. Iya, saudara-saudara umur saya akhirnya berkepala tiga, tanggal lima Juli nanti insyaAllah. Berasa tua (iya banget), semakin menyadari kalau saya ini ibu-ibu beranak tiga (padahal jiwa ku merasakan...

Tragedi Itu...

Hari itu sekolah usai tidak seperti biasanya. Bel pulang sudah berbunyi pukul 10 pagi. Guru bilang "Ada rapat anak-anak, kalian segera pulang ya!" Rapat merupakan kata favorit, karena selalu identik dengan pulang cepat. Jadi hari itu, kami merencanakan untuk segera beredar ke suatu tempat. Jika tidak ke rumah salah seorang kawan, paling banter pergi ke mall. Seperti hari itu, ketika pihak sekolah memulangkan kami lebih awal, sambil bersenda gurau anak-anak bubar tanpa dipaksa. Saat itu anak-anak tidak langsung pulang, tapi nangkring disekitar sekolah. Termasuk saya dan beberapa kawan dekat. Meski si Mamang Tukang Angkot sudah rebutan cari penumpang dan suara klakson membahana di area depan sekolah, kami tak peduli. Kami bersantai-santai menikmati bonus waktu. Tapi hari itu euforia berubah total. Manusia hanya bisa berencana, Tuhan pula yang menentukan. Ketika kawan-kawan asyik bersenda gurau sambil sibuk merencanakan akan kemana, mata saya tertuju pada satu gerombolan maha...

[Ultah Cambai : Kisah Nyata Ditolak]. Behind The Scenes Perjuangan Si Pemburu Kuis

Tulisan ini bukan tentang sebuah film apalagi sinetron, hanya ingin mengisahkan seseorang yang begitu semangat sekali mengikuti berbagai kuis ataupun lomba menulis. Kita panggil saja dia Lebah ya? Ehem! Berawal dari ketenangannya bermukim di sebuah komplek bernama eMPe dan sebuah situs bernama "Buku Seribu Wajah", Sang Lebah merindukan sebuah gerakan baru dalam rutinitas harian dalam menulis. Engga  nulis yang hebat-hebat kok, belum saatnya. Hobinya sih nulis status atau menulisi sesuatu di status orang atau tulisan orang. Yang penting Menulis! Begitu keyakinannya. Di eMPe lah lomba itu pertama kali ditemukan. Tema yang dilombakan sederhana saja, termasuk hadiahnya "hanya" sebuah buku. Tapi bagi sang Lebah, buku mengandung beribu makna didalamnya. Tanpa pikir panjang diikutilah lomba itu. Seolah menunggu hasil ujian dan seribu prasangka baik bahwa sang Lebah pasti menang, keluarlah pengumuman pemenangnya. Dengan hasil, Si Lebah kalah. Bukan kalah sih, tepatnya ke...

Ketika Garuda Di Dada

Image
Masih  tentang rasa nasionalisme dari celoteh anak-anak yang terekam kuat dalam memori. Well , tentang rasa cinta mereka terhadap tanah air semakin menggebu-gebu, bukan apa oleh-oleh kemarin mudik adalah mereka semakin enggan untuk kembali ke Malaysia, dan ingin tetap tinggal disana. Setelah dibujuk rayu kalau kami tidak akan lama lagi tinggal di Malaysia dan akan segera pulang ke Indonesia lagi, mereka pun akhirnya luluh dan mau kembali kemari. Tentunya dengan linangan air mata sepanjang jalan kenangan. Apalagi si sulung, cintanya akan lemburnya Bandung semakin kuat terpatri. Bahasa? Mereka sudah sering menggunakan bahasa Indonesia dibanding bahasa Melayu. Bahasa Sunda? Atau bahasa Inggris? Yang sulung masih okeh, karena faktor tambahan bimbingan disekolahnya dia sudah bisa membedakan beberapa kosa kata antara, Bahasa Melayu, Inggris dan Indonesia. Akang: "Oh... this is Abi tie..." Neng: Masih mencoba mencerna Akang: Masih berceloteh "Ummi, Abi jarang pakai dasi sekar...

Kami Cinta Indonesia!!

Image
Anak-anak punya hobi nyanyi. Si sulung tentunya gara-gara disekolahnya, yang bungsu sudah pasti ketularan Kakaknya. Semenjak kepindahan kami ke negara orang, praktis lagu-lagu yang diajarkan pun jadi berbeda. Lagu anak-anak yang berbahasa Inggris sih tidak masalah, karena biasanya tema lagu masih bersifat umum. Tapi gimana jadinya kalau anak-anak yang masih polos dan lugu ini diajarkan lagu kebangsaan setempat? Di Malaysia tentunya ada juga lagu kebangsaan, ditambah setiap negara persekutuan pun punya lagu kebangsaan plus sekolahnya masing-masing. Walhasil? Tak jarang si sulung mulai sering menyanyikan lagu-lagu kebangsaan itu. Si bungsu? Plagiat kakaknya ikut-ikutan nyanyi lagu-lagu itu. Awal saya merasa lucu mendengar lagu-lagu itu berkumandang di seantero rumah, sampai suatu hari... Akang: "Negaaarakuu.... Tanah Tumpahnya Darahkuu...!!" Neng  : "Rakyat Hiduup Bersatu dan Maajuuu...." Ummi : "Indonesiaaaa...Tanah Air Kuuuuu....Tanah Tumpah Darah Kuuuu...!!...

[Random Snippets-AIR] Byuuuurr!! Terjun dan kemudian... Tenggelam

Image
Jika mengenang masa kecil, saya masih bersyukur bisa mengenal segala macam permainan tradisional. Dari mainan buat anak lelaki dan tentu saja buat anak perempuan sudah pernah dicoba. Main layangan, main gundu, lompat tali (kalau di Sunda namanya capintrong, khas karet gelang warna merah yang dijalin sedemikian rupa) sampai main kotor-kotoran dengan tanahnya yang masih merah. Ya, rumah dulu di Bandung, daerah Cikutra lebih mendekati Cicadas juga sih, merupakan daerah yang masih kampung alias ndeso . Banyak pohon rindang, rumah-rumah mungil yang masih terbuat dari bilik. Dan yang menambah kawasan itu cukup spooky adalah dengan adanya areal pekuburan tepat dibelakang rumah. Meski lambat laun telah berubah menjadi perumahan. Satu tempat yang tidak bisa dilupakan adalah ada sebuah sungai persis dekat rumah hanya terhalang beberapa rumah tetangga. Jadi, bisa dipastikan area sungai adalah tempat favorit waktu kecil bermain. Dulu, sungai itu masih asri peris kayak di kampung-kampung. Seka...

Jilbab Pertama ku - Lembaran Sejarah dalam Hidup

Image
"Jadi kapan mau pake jilbab?" Pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dari bibir bibi saya (beliau adalah adik bungsu dari ibu saya) ditengah rasa kantuk ketika ia selalunya bersemangat bercerita setiap usai sholat berjemaah. Saya hanya bisa mengerjapkan mata dan memandang bingung bibi saya dan sepupu yang duduk tepat disebelah, mencoba untuk mencerna pertanyaan yang diberikan kepada kami. Seolah memahami kebingungan kami, bibi kembali bercerita lagi tentang kewajiban menutup aurat dalam Islam. Waktu itu saya masih duduk dikelas satu SMP. Sekitar tahun 90an. Hanya memahami jika yang namanya Islam itu ya rukun Islam saja. Yang penting sholat, puasa dan ngaji. Urusan naik haji jauh sekali dalam pikiran saya, apalagi menutup aurat. Hingga pada akhirnya tanpa dipikir benar saya menjawab sekenanya "Nanti saja tunggu jika sudah mendapat haid pertama" pikiran yang terlintas saat itu hanya untuk menenangkan pernyataan bibi yang terus-terusan menjelaskan tentang wajibn...

Si Kriwil Sang Guru Kehidupan

Image
Pernah bertemu dengan orang yang menyebalkan, jutek, semau gue, terkesan tak mau peduli dengan lingkungan sekitar?  Tak jarang juga kata-kata yang dilontarkan menohok hati, jadinya tak sedikit orang enggan untuk kenal lebih dekat dengannya, apalagi menjadikannya seorang sahabat. Well , saya pernah. Mau tidak mau harus sering bertemu dengan orang itu. Inginnya menghindar atau kalau bisa ijnkan dia hidup didunia bagian selatan dan saya akan dengan senang hati mendiami dunia bagian utara, hidup dengan damai. Tapi begitulah, sepertinya Allah memang tidak mentakdirkan saya untuk lepas darinya apalagi pergi jauh. Orang itu adalah dosen saya tercinta. Bisa dibayangkan, tak akan ada celah untuk dimanfaatkan agar bisa menghindarinya. Apalagi ketika itu, beliau menjabat sebagai sekretaris jurusan, yang notabene jika ada mahasiswa yang memerlukan bantuan seputar mata kuliah harus berhadapan denganya. Tambahan, beliau akhirnya dengan senang hati memberikan mata kuliah d...

Bagi Mereka yang Ikut "Berperang"

Image
Peristiwa yang terjadi diantara Palestina dan Israel, selalunya menarik perhatian siapapun yang menaruh perhatian besar akan perkembangan yang terjadi disana. Tambahan tragedi terakhir yang menimpa kapal bantuan untuk Gaza, seolah pertumpahan darah sulit untuk berhenti mengalir disana. Tapi, untuk tragedi Marvi Marvara dunia satu suara memprotes. Seolah pada akhirnya dunia terbuka matanya oleh "kenakalan" sebuah negara akan tingkah lakunya yang sudah diluar batas. Ada sebuah fakta menarik sebenarnya dari berbagai peristiwa yang terjadi di tanah seputar Jerusalem ini, yakni reaksi yang lahir dari berbagai pihak mengenai konflik tersebut. Dari mereka yang ekstrim mendukung salah satu pihak dan mereka yang memandang skeptis tentang konflik ini. Jika membaca atau mendengar komentar mereka yang bersimpati dan mendukung yang teraniaya, diri ini terasa ikut terbakar semangat untuk berbuat sesuatu yang lebih dari hanya sekedar tingkatan iman yang terlemah yaitu be...

Al-Quran pun Berkampanye Tentang ASI

Image
Sekarang ini kampanye ASI begitu kuat bergaung di mana-mana. Dan sudah begitu banyak berbagai lembaga yang menaungi kampanye ASI ini. Dari berbagai macam LSM, pihak pemerintahan sendiri pun tak kalah gencar mengkampanyekan ASI. Kenapakah mereka yang begitu kuat mengelu-elukan kehebatan ASI ini begitu menyebar di mana-mana? Sesuatu yang sangat wajar sebenarnya, karena ASI merupakan "hadiah" indah dari Tuhan yang tak sedikit para wanita belum memahami kehebatan di dalamnya. Karena kekurang fahaman ini pula ada sebagian masayarakat yang malah memberikan air teh manis atau air tajin bagi bayi mereka. Inilah salah satu alasan kenapa kampanye ASI semakin gencar dan kuat dikumandangkan. Tapi tahukah kita bahwasanya, sudah belasan abad yang lalu Allah pun sudah mengkampanyekan ASI ekslusif ini didalam Al-Quran? ”Para Ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..." (QS, Al Baqarah, 2:233). Sebegi...

Sebait Doa yang Terselip

Image
Entah kenapa, akhir-akhir ini sering sekali melihat atau membaca status di FB atau bahkan mendengar keluhan orang tentang sikap dan perilaku orang tua mereka. Masih "wajar" jika yang dikeluhkan adalah sikap para orang tua yang sedikit arogan dan terkesan egois. Yang bikin sedih adalah ketika sikap para anak yang kemudian marah bahkan membenci orang tuanya. Bahkan pernah membaca status kawan yang mengatakan marah dengan ibunya yang terlalu banyak aturan dan tepat saat itu juga saya menerima pesan lewat inbox di FB, ibu dari salah seorang kawan saya yang lain meninggal, kemudian kawan itu menceritakan betapa sedih dan kehilangan yang teramat sangat. Dua kondisi yang seharusnya bisa dijadikan sebuah cermin bagi yang lain atau bagi siapapun tentang keberadaan orang tua ketika mereka masih berada disisi kita. Tetapi mungkin saja jika saat ini saya masih berumur belasan atau masih dibawah 25 an ( ketahuan deh udah tuir hahaha.. ) mungkin saya setuju dengan orang-orang y...

Kawan Sejati Ku

Image
Abah: "Ummi itu, kalau udah baca buku suka autis * !!" Itu adalah komentar yang diberikan oleh suami, jika saya sedang asyik berduaan bersama buku. Well , tidak dipungkiri terkadang suami suka protes jika dia sedang berada dirumah dan saya sendiri dengan tenangnya baca buku. Suami sudah faham jika saya sudah baca buku, keadaan sekitar menjadi hilang dari pandangan saya. Bahkan pernah ketika antengnya baca buku, Sayur Jagung yang sedang saya hangati diatas kompor gas, gosong! Hitam sampai kedasar-dasarnya, saking asyiknya saya membaca buku. Sehingga, terkadang suami meminta saya untuk mencari waktu yang lebih tepat lagi untuk membaca buku. Kedekatan saya dengan buku terkadang membuatnya cemburu. Atau bahkan jika isengnya sedang kumat, tanpa sepengetahuan saya ia suka membaca ending dari buku yang sedang saya baca dan menceritakannya, yang ada saya suka pengen nimpuk dia sama bukunya. Awal Ku Mengenalnya Jika merunut asal muasal kedekatan saya dengan buku ini adalah kembal...