Posts

Showing posts with the label torehanhati

Cerita Ramadhan 1433

Image
Ramadhan tahun ini banyak kisah untuk dibagi. Dari mulai belajar shaumnya putri kami yang kedua, tiba-tiba kedatangan tamu bulanan pas lagi asyik-asyiknya shaum, sampai kisah ngabuburit yang batal bareng anak-anak. Lagi siang begini jadi pengen curhat.. Shaum hari pertama, Teteh (panggilan buat putri kami yang kedua), nangis bombay. Ah, bombay aja kalah deh... suara tangisnya sungguh membahana ...lebaaay. Kasihan sebenernya, baru pukul 10 pagi Teteh udah merengek pengen makan. Berbagai macam jurus dikerahkan biar anaknya enjoy, ternyata gak mudah yaa... baru menjelang maghrib anaknya tertidur pulas. Adzan maghrib datang, melihat wajah puasnya karena bangga bisa puasa full rasanya damai melihatnya. Lagi nemenin dia makan, tiba-tiba nyeletuk, "Ummi, shaum ramadhan itu cuman sehari doank kan ya?" Glek, perjuanganku terasa panjang jadinya mendengar komentarnya. Pesan moral, jangan memandang rendah anak. Percayalah, terlintas dalam pikiran jika Teteh gak kuat, dan nangis darah la...

Lima Postinganku yang Sering Dikunjungi

Image
Sudah luamaaa gak posting di eMPe. Sok sibuk sama proyek lain, meski jalannya juga gak semulus jalan tol. On line via lappy juga semua gue, seringnya coret gak jelas, jadi curcol . NgeMPi paling sepintas lalu doank. Gak serajin dulu waktu masih tinggal di Malaysia yaa... hiks... Anyway, ternyata yaa.. meski blog Lebah Maduku ini berdebu karena jarang disapu. Masih ada beberapa blog walker yang bertandang dan meninggalkan komen. Bahkan ada yang berbaik hati mengucapkan selamat atas hari lahirku (hatur nuhun Kang Jurig) huhuhu.. terharuh. Posting sekarang cuman pengen melist beberapa postinganku yang sering dikunjungi orang. Mungkin kebanyakan nyasar kemari gara-garanya si Embah Gugel...hatur nuhun Mbaah  Postingan apakah ituh...inih dia 1. Gajah Mada Perang Bubat Postingan gue yang paling hoooot dan SARA hahahaha.... ampon daah. Hobi banget orang ya nyerempet beginian. Mau aku delete orang-orang yang ngasih komen atau bilang yang baca-baca gak usah komen bikin gerah. Tapi tak apa...

[Catatan MBP] Terjebak Kesempurnaan

Image
Hari-hari pertama ketika memulai kembali kegiatan harian saya di tanah air. Salah satu doa saya waktu itu adalah semoga Allah memberikan kawan baru. Bukan karena saya enggan untuk kembali bercengkrama dengan kawan lama. Hanya saja saya ingin suasana baru dalam memulai kembali lembaran kehidupan lama. Dan Allah pun mengabulkannya. Menemukan sebuah komunitas baru yang begitu sesuai dengan minat. Jangan bosan jika sering disebut IIDN ya? Tanpa terasa saya benar-benar terlibat didalamnya. Selalu mengusahakan hadir di setiap kegiatannya, sampai akhirnya terasa begitu dekat dengan anggotanya, terutama yang berada di pusat, kebetulan IIDN berpusat di Bandung. Saya selalu semangat jika ada pertemuan, sekedar ketemu atau janjian di suatu tempat. Atau pelatihan-pelatihan yang sering diadakan. Satu hal yang pasti adalah semua kegiatan selalu dalam tema yang sama menulis dan buku. Sungguh saya berterima kasih sekali kepada-Nya. Komunitas yang memberikan kegiatan yang positif. Dari keseringan sa...

[Catatan MBP] Malah Curhat di eMPeh

Ceritanya saya lagi pengen serius nulis, dalam rangka memenuhi impian menghasilkan sebuah masterpiece . Ide sudah banyak berseliweran dari semenjak jaman purbakala. Yang susah adalah segera menuangkan ide-ide itu dalam sebuah tulisan. Kebanyakan mikir, nulisnya semau gue. Udah buat coretan juga, nantinya akan begini atau begitu. Outline istilah kerennya, udah lama juga bikin coretan begitu. Tapi ya itu, kembali lagi ke masalah saya diatas, kebanyakan mikir dan menghayal! Akhir-akhir ini, alhamdulillah balik ke Indonesia menemukan sebuah komunitas yang akhirnya mengajak saya untuk terlibat lebih jauh didalamnya, komunitas menulis pastinya. Sering-sering kumpul, timbul sebuah perasaan gerah lihat kawan-kawan lain yang semangatnya, bujubuneng dah!! Baru ada permintaan satu judul, langsung nyahut. Belum beres yang satu, pada nyamber tuwh. *Melongo.. "Nih, Neng Lebah Madu.. kapan tiba giliranmu menandatangi SP kayak gini?" Celetuk sang Kepala Suku. Nyengir diriku disentil begitu...

[Ultah Cambai : Kisah Nyata Ditolak]. Behind The Scenes Perjuangan Si Pemburu Kuis

Tulisan ini bukan tentang sebuah film apalagi sinetron, hanya ingin mengisahkan seseorang yang begitu semangat sekali mengikuti berbagai kuis ataupun lomba menulis. Kita panggil saja dia Lebah ya? Ehem! Berawal dari ketenangannya bermukim di sebuah komplek bernama eMPe dan sebuah situs bernama "Buku Seribu Wajah", Sang Lebah merindukan sebuah gerakan baru dalam rutinitas harian dalam menulis. Engga  nulis yang hebat-hebat kok, belum saatnya. Hobinya sih nulis status atau menulisi sesuatu di status orang atau tulisan orang. Yang penting Menulis! Begitu keyakinannya. Di eMPe lah lomba itu pertama kali ditemukan. Tema yang dilombakan sederhana saja, termasuk hadiahnya "hanya" sebuah buku. Tapi bagi sang Lebah, buku mengandung beribu makna didalamnya. Tanpa pikir panjang diikutilah lomba itu. Seolah menunggu hasil ujian dan seribu prasangka baik bahwa sang Lebah pasti menang, keluarlah pengumuman pemenangnya. Dengan hasil, Si Lebah kalah. Bukan kalah sih, tepatnya ke...

Sampaikan lah Meski Satu Ayat

Image
Sulit ternyata ya? Setelah mengalami sendiri, menyampaikan sebuah kebenaran merupakan tantangan tersendiri. Apalagi yang ingin kita ingatkan adalah mereka orang terdekat kita. Inginnya berdiam diri saja, membiarkan mereka berkubang dengan kehidupan yang sedang dijalaninya, sayangnya orang-orang ini begitu saya sayangi. apalgi saya ikut melihat mereka tumbuh dari ketika mereka masih bayi sampai sebesar sekarang ini. Berdiam diri malah menjadi siksaan ketika melihat mereka tetap saja asyik bertingkah seperti itu. Apa jadinya jika orang yang kita hadapi anak-anak berumur belasan, malah ada yang sudah berkepala dua. Umur yang seharusnya telah sadar dengan kehidupan mereka masing-masing. Ketika mencoba secara lembut menegurnya, cukup sedih juga membaca respon mereka. Kaget dengan perkataan yang mereka keluarkan. Seperti ini kah anak muda jaman sekarang? (merasa diri sudah tua...hiks) Jika melihat kondisi anak-anak labil ini, jadi keingetan terus sama anak-anak di rumah. Dua anak gadis sa...

Maut itu dekat, ya?

Image
Hari jum'at kemarin, siang bada jum'atan, tiba-tiba ada pengumuman dari masjid komplek rumah. Jika pengumuman sudah diawali dengan "Inna lillaahi wa inna ILAIHI raaji'uun ..." Selalunya terasa deg-degan dengan apa yang akan diberitahukan selanjutnya. Karena hampir sudah tahu dengan penduduk seluruh komplek, kami selalunya menghela nafas jika terdengar si Bapak A yang di RT 4 meninggal, atau si ibu X dari RT 1. Sampai kemarin hati ini mulai deg-degan ketika suara pengumuman mulai terdengar, yang entah kenapa dalam pikiran sudah menyebutkan satu nama, dan ternyata apa yang ditakuti terjadi. Bapak tetangga depan rumah meninggal. Meski memang sebelumnya kondisi tubuhnya sudah menurun karena penyakit, tetap saja kaget mendengar nama bapak itu disebut. Langsung teringat beberapa hari sebelumnya ketika masih melihatnya cukup segar bugar dan beraktifitas kembali. Atau ketika beliau terbiasa menyetir mobil sendirian dengan cucunya, melihatnya begitu menikmati kebersa...

Menerima Rasa Sakit

Image
Sebuah perjalanan selama sembilan bulan akhirnya telah menemui sebuah gerbang baru. Alhamdulillah, satu bulan sudah dede bayi yang selama ini selalu dengan tenangnya didalam perut telah lahir ke dunia. Sehat dan tak kurang satu apapun, insyaAllah alhamdulillah. Penantian yang cukup membutuhkan kesabaran, hampir setiap orang menanti kelahiran kali ini. Selalu bertanya kapan akan lahir? Apa sudah masuk waktunya? Terutama ketika diberitahu jika gejala-gejala melahirkan sudah terasa ketika memasuki minggu-minggu menjelang 40 setiap orang ikut was-was, apalagi sang inang. Tapi begitulah, sang janin rupanya benar-benar mengajarkan arti sebuah kesabaran. Meski dua minggu menjelang lahiran gejala-gejala itu semakin kuat terasa, bayi mungil itu masih saja betah didalam rahim. Dua minggu selama penantian itu, pembukaan jalan lahir hanya terbuka satu saja. Hinggaakhirnya dokter menyarankan untuk langsung chek in di Rumah Sakit. Khawatir proses lahiran akan cepat terjadi, melihat kondisi...

Sebait Cerita Dibalik Kepulangan

Sudah beberapa minggu setelah kepulangan dari Malaysia, rasanya masih mengambang. Antara iya atau tidak, antara hidup dianatara dunia maya dan nyata. Perasaan yang masih setengah-setengah. Mungkin karena setengah dari sebagian dalam diri berasa masih tinggal disana. Hingga kaki merasa belum berpijak dengan benar di tanah kelahiran ini. Apakah semua orang mempunyai perasaan yang sama dengan yang saya rasaakan saat ini? Ketika setelah sekian lama hidup dinegara orang kemudian ketika pada akhirnya pulang ke tanah kelahirannya. Sejauh ini ketika saling berbagi kisah dengan kawan yang mempunyai pengalaman yang sama hampir semua kawan mempunyai perasaan yang sama, meski pada akhirnya kembali menemui kehidupan yang nyata ditanah air. Hanya saja ternyata, penyesuaian itu membutuhkan waktu sekian lama untuk kembali pulih dengan sebuah semangat baru. Jika mengingat kehidupan disana, pada dasarnya hidup kami tidak mewah atau segala kebutuhan dengan mudahnya terpenuhi. Justru kami disana harus...

Indahnya Kebersamaan (part 2)

Image
Sudah hampir tiga tahun pada akhirnya perjuangan saya dan anak-anak menemani suami yang sedang study akan segera berakhir. Saatnya telah tiba untuk kembali ke tanah air setelah berbagai macam perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan untuk bertahan hidup dinegara orang, hingga pada akhirnya menemui sebuah kehidupan yang mapan dan nyaman hidup dirantau harus disudahi juga pada akhirnya. Akhir tahun 2010 pun menjadi penanda bagi kami untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Seolah flash back jika kembali mengingat tanggal kepulangan nanti akan kehidupan yang boleh dibilang tidak mudah bagi kami berada dinegara orang. Kerinduan, terkadang air mata selalu menyertai ketika menghadapi sebuah kondisi yang merengut berjuta perhatian dan perasaan yang membuat diri ini perih. Berbagai macam karakter orang yang unik dan aneh, hingga pada akhirnya justru menjadi sebagian dari kehidupan kami disini. Berat rasanya jika harus meninggalkannya, karena bagaimana pun Malaysia beserta isinya pernah men...

Kenapa Saya Menulis??

Image
Akhir-akhir ini atmosphere menulis sangat sangat tidak mendukung.  Bukan karena lingkungan sekitar tapi lebih kepada diri sendiri. Bukan karena rasa malas juga, keinginan itu selalu ada dalam diri. Kadang jika ada ide ringan yang tiba-tiba terlintas langsung dituang, meski hasilnya sekedar coretan tak tentu arah. Kadang juga terlalu banyak ide, hingga dipastikan bengong justru, karena ide terlalu banyak yang melintas diawang-awang hingga sulit sekali untuk menangkapnya meski hanya satu saja. Satu hal tepatnya yang menganggu dunia tulis menulis itu adalah selalu ada perasaan yang belum terpenuhi ketika sebuah tulisan rampung. Seolah ada sebuah keinginan yang lebih dari sekedar hanya menulis saja kemudian sekedar disebar di notes FB atau blog kesayangan. Ingin ada sesuatu yang lebih besar dari itu, hingga akhirnya membuat stuck dan membuat jari ini menjauh untuk kembali lagi menari diatas keyboard kesayangan. Melihat orang-orang tetap produktif dan orang-orang disekitar dengan seg...

Memeluk Hujan

Image
Mulanya terasa gerah Inginnya berada didalam lautan salju Seolah terperangkap dalam sebuah dosa Jangan harap bisa bernyanyi didalamnya Berteriak hanya akan menjadi satu-satunya jalan Ketika datang ia disesali Tak jarang pula orang berkeluh kesah Bahkan ada yang membencinya Sedikit orang yang memahaminya "Ah.. kenapa kau harus datang?' "Kau tahu? Ini bukan waktu yang tepat" "Pintu belakang ada disana, tepat dibelakang mu" "Dan kenapa kau harus berada dihadapan?" "Bagus...pergilah dengan tenang..." Tidak.. tunggu.. bukan begitu caranya... Kau tidak harus memedulikakan semua omong kosong itu Kau terlalu indah untuk dihiraukan Terlalu cantik untuk diabaikan Hening itu hanya bisa ku temukan ketika kau menari Noo... bukan sebuah tangisan yang ku inginkan Bernyanyilah... hanya untuk ku Lelapkan setiap hati yang lelah Menarilah hingga kau merasa puas Ah...sudah lah berhenti terseok-seok tak tentu arah Kemarilah... biar ku peluk dirimu dalam ...

Ketika Peri Gigi Ikut Bermain

Image
Kalau punya kurcaci-kurcaci dirumah sudah dipastikan suasana selalunya ramai dan heboh . Sunyi senyap hanya jika mereka tewas terkapar diatas tempat tidur atau beredar diluar rumah. Karena dua kurcaci dirumah pula, kami selalu kedatangan para kawan si kurcaci ini plus emak dan bapaknya yang ikut menyertai. Seru pastinya, selalu saja ada yang datang berkunjung. Entah itu disore hari sekedar bermain mengacak-acak rumah kemudian beredar diluar. Atau ketika ada kegiatan ibu-ibunya para kurcaci kecil pun selalu ikut meramaikan. Jika mereka sudah heboh pastinya kita, as a moms , selalunya mengingatkan tak jarang pula berteriak "Hayooo... jangan terlalu heboh" "Mainnya yang bener, enggak boleh ada yang nangis" "Giliran...gantian mainnya..." "Hati-hati... gak boleh lari-lari begitu!" Yang diingatkan kadang nurut kadang juga enggak, namanya anak-anak asal aman dan terkendali kita para emak okeh-okeh ajah . Tapi yang namanya musibah ketika harus terjad...

Jilbab Pertama ku - Lembaran Sejarah dalam Hidup

Image
"Jadi kapan mau pake jilbab?" Pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dari bibir bibi saya (beliau adalah adik bungsu dari ibu saya) ditengah rasa kantuk ketika ia selalunya bersemangat bercerita setiap usai sholat berjemaah. Saya hanya bisa mengerjapkan mata dan memandang bingung bibi saya dan sepupu yang duduk tepat disebelah, mencoba untuk mencerna pertanyaan yang diberikan kepada kami. Seolah memahami kebingungan kami, bibi kembali bercerita lagi tentang kewajiban menutup aurat dalam Islam. Waktu itu saya masih duduk dikelas satu SMP. Sekitar tahun 90an. Hanya memahami jika yang namanya Islam itu ya rukun Islam saja. Yang penting sholat, puasa dan ngaji. Urusan naik haji jauh sekali dalam pikiran saya, apalagi menutup aurat. Hingga pada akhirnya tanpa dipikir benar saya menjawab sekenanya "Nanti saja tunggu jika sudah mendapat haid pertama" pikiran yang terlintas saat itu hanya untuk menenangkan pernyataan bibi yang terus-terusan menjelaskan tentang wajibn...

Tirai Tipis Bangga dan Sombong

Image
Kalau ibu-ibu kumpul pastinya gak jauh dari obrolan ya?  Topik apapun selalunya menarik untuk dibicarakan. Jika terlalu asyik, syetan gak kalah serunya membumbui forum itu agar lebih mantaf dengan berbagai macam senjatanya. Yang paling sering ujung-ujungnya selalu menuju ghibah alias ngomongin orang. Atau kalau engga, ini yang pengen saya tulis, adalah kebanggan seorang ibu akan keberhasilan anak-anaknya tentang apapun itu. Dari si anak yang cuman jadi wakil ketua kelas sampai si anak yang memang berhasil dibidang akademiknya. Wajar sih sebenarnya, gak sia-sia membesarkan seorang anak, jika pada akhirnya si anak mempersembahkan sesuatu yang membanggakan orang tuanya. Hanya saja tak jarang juga ajang pembanggaan ini menjurus ke sikap sombong, ujub , ingin dipuji. Padahal mungkin pada awalnya hanya merendah saja. Meski tetep aja ujung-ujungnya pengen ada pujian dari orang lain. Kadang sering sekali baca status kawan atau kenalan di facebook yang isinya menceritakan berbag...

Allah Gak Ada di Palestina?

Image
Melihat peristiwa yang terjadi saat ini di lautan Palestina membuat diri ini geram dan marah campur aduk menjadi satu. Kesal karena sepertinya ketika hampir sebagian dunia mengutuk serangan yang dilakukan kaum Yahudi, tapinya tetap aja mereka cuek beybeh ajeh . Parahnya selalu saja ada dalih yang mereka kemukakan untuk menutupi kebobrokan yang telah mereka lakukan. Seolah flash back kembali ke masa daerah Gaza dibombardir habis-habisan oleh Yahudi, tapi seolah dunia ini tak berdaya melihat kekejaman yang terjadi didepan mata. Respon yang sangat berbeda sekali ketika WTC diserang, semua dunia bersimpati dan berduka. Tapi ketika Palestina yang berdarah sekian puluh tahun, dunia seakan tuli dan buta. Baru kemarin-kemarin ini kami menerima imel tentang "Gaza tidak membutuhkan mu" kemudian berdoa, semoga Allah melindungi mereka. Dan ternyata besoknya terdengar kabar jika salah satu kapal yang ditumpangi oleh orang Indonesia diserang oleh pihak Yahudi, dengan jumlah korban yan...

Behind The Scene Si Pemburu Lomba

Image
Tulisan ini bukan tentang sebuah film apalagi sinetron ( engga banged deh ), hanya ingin mengisahkan seseorang yang akhir-akhir ini begitu semangat sekali mengikuti berbagai kuis ataupun lomba. Kita panggil saja dia Lebah ya? (penyamaran yang percuma sepertinya ) Berawal dari ketenangannya dalam bermukim di sebuah rumah bernama eMPe dan sebuah situs bernama "Buku Seribu Wajah", Sang Lebah merindukan sebuah gerakan baru dalam rutinitas seharian dalam menulis. Engga   nulis yang hebat-hebat kok, belum saatnya, hobinya sih nulis status atau menulisi sesuatu di status orang atau tulisan orang. Yang penting Menulis! Begitu keyakinannya. Dan Sang Pencipta sepertinya memang begitu menyayanginya, amiiiin ya Allah , bertemulah Sang Lebah dengan seseorang di eMPeh yang mengadakan sebuah kuis menulis. Tema yang dilombakan sederhana saja waktu itu, termasuk hadiahnya, "hanya" sebuah buku. Tapi bagi sang Lebah, buku mengandung beribu makna didalamnya. Tanpa berpikir panja...

Islam dan Menulis, IMHO

Image
Akhir-akhir ini udah lama engga posting tulisan di eMPeh . Sibuk jadi pemburu kuis neh . Heran juga dapet info satu merembet ke yang lain, jadinya sering fokusnya ke kuis terus. Sekarang ini sudah ada tiga kuis menanti untuk ku peluk, jiaaahhhahaha lebay .... Pagi begini, tiba-tiba kangen aja pengen posting sesuatu di blog. Kemarin sore selagi baca-baca berita dan mencari artikel menarik yang berkaitan dengan kuis yang pengen saya ikutin , saya dapet sebuah artikel bagus dari blognya Percikan Iman . Isinya tentang sebuah amal ibadah yang intinya jika diawali dengan niat baik insyaAllah tidak akan lolos dari pandangan Nya, yaitu menulis. Ya, betul menulis. Artikel itu dibuka dengan sebuah surat Al-Ankabut ayat 48, yang mengatakan "Dan kamu tidak akan pernah membaca sebelumnya suatu kitab pun dan kamu tidak menulis suatu kitab dengan tangan kananmu, andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari (mu)." I n m y h umble o ...